PHK Sritex dan Tantangan Industri Tekstil: Inisiatif Pemerintah Menyelamatkan Pekerja

- Created Mar 03 2025
- / 5332 Read
Pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menangani pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dialami ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Tindakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi kesejahteraan tenaga kerja sekaligus menjaga industri tekstil nasional yang tengah menghadapi tantangan besar akibat perubahan tren global dan kebijakan perdagangan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah memastikan bahwa hak-hak pekerja yang terkena PHK tetap terpenuhi. Pemerintah berupaya menjamin bahwa seluruh karyawan terdampak mendapatkan pesangon, jaminan sosial, serta kompensasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Perlindungan ini bertujuan agar para pekerja memiliki kepastian dalam menghadapi masa transisi setelah kehilangan pekerjaan.
Selain itu, pemerintah bergerak cepat dalam menyediakan peluang kerja baru bagi karyawan terdampak. Melalui koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta pemerintah daerah, lebih dari 10.000 lowongan kerja telah dibuka di Solo dan sekitarnya. Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi bagi pekerja agar tetap memiliki sumber penghasilan. Tak hanya itu, pemerintah juga menggandeng sektor swasta serta industri lain yang masih berkembang untuk menyerap tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya akibat kesulitan yang dialami Sritex.
Di samping memastikan kesejahteraan pekerja, pemerintah juga berupaya menyelamatkan PT Sritex sebagai bagian dari strategi menjaga kelangsungan industri tekstil nasional. Ombudsman RI turut mendorong percepatan penyelamatan perusahaan agar dampak PHK massal tidak semakin luas. Pemerintah tengah mengkaji berbagai kebijakan seperti insentif pajak, restrukturisasi kredit, dan program pendampingan bisnis guna membantu industri tekstil tetap bertahan dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Tekanan terhadap industri tekstil semakin meningkat akibat fluktuasi harga bahan baku, kebijakan perdagangan internasional, serta perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih mengutamakan produk berbasis digital dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah turut mendorong modernisasi sektor ini melalui digitalisasi proses produksi serta adopsi teknologi berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing. Dengan inisiatif ini, diharapkan industri tekstil nasional mampu beradaptasi dengan tren global dan terus menjadi sektor strategis bagi perekonomian Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah juga memperhatikan aspek peningkatan keterampilan tenaga kerja agar lebih siap menghadapi tantangan di industri lain. Melalui program pelatihan dan sertifikasi, pekerja terdampak diberikan kesempatan untuk meningkatkan keahlian mereka sehingga memiliki daya saing lebih tinggi dalam memperoleh pekerjaan baru. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada solusi jangka pendek tetapi juga memastikan keberlanjutan kesejahteraan pekerja dalam jangka panjang.
Upaya pemerintah dalam menangani PHK di Sritex menegaskan peran aktifnya dalam melindungi tenaga kerja dan industri nasional. Dengan strategi yang mencakup pemenuhan hak pekerja, penyediaan lapangan kerja baru, penyelamatan industri, serta modernisasi sektor tekstil, pemerintah berusaha meminimalkan dampak negatif dari PHK massal. Dengan berbagai kebijakan yang telah dijalankan, diharapkan pekerja terdampak dapat segera kembali bekerja dan industri tekstil nasional tetap mampu bertahan serta berkembang dengan daya saing yang lebih kuat.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First